JAKARTA - Tren penggunaan televisi kini sudah berubah di
seluruh dunia, dari televisi tabung beralih ke LCD atau LED.
Namun Indonesia dan India merupakan pengecualian negara
yang melakukan migrasi tersebut.
Televisi CRT atau televisi tabung memang sudah banyak
ditinggalkan seiring kehadiran teknologi tv LCD dan LED.
Selain pemborosan ruang dan bobot dikarenakan bentuknya
yang besar, tv tabung juga lebih memakan daya listrik
ketimbang tv LED.
Di beberapa negara di dunia, tv tersebut sudah tak digunakan
lagi dan jadi barang rongsokan. Namun untuk Indonesia dan
juga India, tv tabung masih dicintai dan masih banyak dibeli.
Dikatakan oleh Audio Video Product Manager Sharp
Electronics Indonesia, Ardy, Indonesia dan India merupakan
negara yang masih menggunakan televisi tabung paling tinggi
di dunia.
"Sharp merupakan market leader untuk televisi CRT dunia,
dan di Indonesia permintaan televisi tabung masih tinggi,"
kata Ardy selepas acara peluncuran tv Aquos IIOTO dari
Sharp, di Jakarta, (8/1/2014).
Lebih lanjut Ardy mengatakan, tren penggunan televisi di
seluruh dunia sekarang ini adalah tv LED. "Trennya memang
begitu di seluruh dunia, tv tabung sudah tergantikan dengan
tv LCD dan LED. Bahkan tv LCD pun sudah tidak diproduksi.
Pengguna tv tabung paling banyak di dunia itu Indonesia dan
India," ungkap Ardy.
Meski diyakini pengguna tv tabung tidak akan bertumbuh,
namun permintaan dan penjualan tv CRT itu sendiri masih
tinggi. Hingga saat ini penjualan televisi tabung dari Sharp
mampu menyentuh angka 100 ribu unit per bulannya. Namun
untuk penjualan di India, Ardy tidak memiliki datanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar